Alat pijat Magic Hand Akupressur 10 in 1

Alat pijat Magic Hand Akupressur 10 in 1
magic hand massager 10 in 1 alat pijat ter lengkap sama dengan dr hammer jaco di tv atau alat pijat jmg

Selasa, 24 Januari 2012

RAGAM INFO TENTANG TERAPI DI RUMAH


Terapi Untuk Diabetes Mellitus
Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.

Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.

Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.

Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.

Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.

Berikut ini pembagian terapi farmakologi untuk diabetes, yaitu:

Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.

Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.

Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe II jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.

Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.

Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

Terapi Sulih Insulin
suntik insulinPada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).

Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.

Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.

Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:
Insulin kerja cepat.
Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.
Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.
Insulin kerja sedang.
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam.
Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
Insulin kerja lambat.
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.

Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.

Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
Aktivitas harian penderita
Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari

Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.

Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.

Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.

Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.

Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.

Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata

Siaran Pers
Jakarta, 11 Oktober 2010
Cakrawala Baru dalam Terapi Artritis Reumatoid
Sebuah Obat Baru telah Ditemukan untuk Menghentikan Perburukan penyakit Artritis
Reumatoid pada Separuh dari Pasien, Segera Hadir di Indonesia
Dalam peringatan Hari Artritis Reumatoid Sedunia, pasien yang hidup dengan Artritis Reumatoid di
seluruh dunia mengungkapkan kebutuhan terhadap terapi yang lebih baik serta pengertian tentang
dampak dan beban dari kondisi yang dialami, sehingga mereka dapat hidup secara independen seperti
anggota masyarakat yang lain. Menjawab tantangan tersebut, PT Roche Indonesia, afiliasi dari Grup
Roche; pemimpin di penyakit oto-imun mengumumkan rencana pelaksanaan penelitian klinis
tocilizumab, terapi biologi lini pertama, penghambat reseptor IL-6 (interleukin six) yang disetujui
penggunaannya berdasarkan penelitian klinis terbesar pada artritis reumatoid sampai saat ini.
“Data dari beragam penelitian klinis secara nyata mengembangkan Tocilizumab and mekanisme-nya
yang unik sebagai pilihan baru yang penting bagi pasien artritis rheumatoid yang mengalami bahwa
penyakitnya terus memburuk walaupun mendapatkan terapi,” kata Inge S. Kusuma, Head of Pharma,
Roche Indonesia. “Penelitian klinis ini adalah langkah maju yang penting, menawarkan sebuah
pilihan baru bagi masyarakat Indonesia yang terkena penyakit serius ini.”
Artiris reumatoid adalah penyakit kronik, dengan peradangan progresif pada persendian dan jaringan
disekitarnya yang diasosiasikan dengan rasa nyeri yang amat sangat, kerusakan sendi yang tidak dapat
diperbaiki dan komplikasi pada sistem. Ada beberapa cytokines kunci, atau protein, yang berperan
dalam proses peradangan, termasuk IL-6. Penelitian menunjukkan peningkatan kadar IL-6 pada
pasien dengan artritis rheumatoid. Tocilizumab adalah obat pertama yang didisain untuk secara
khusus menghambat aktivitas biologis IL-6.
"Bagi banyak pasien artritis reumatoid, pengobatan dengan terapi yang ada saat ini tidak mengatasi
rasa nyeri dan tanda-tanda perburukan dari penyakit ini,” kata Prof. Harry Isbagio, Sp.PD, KR, President Asosiasi Reumatoid Indonesia. “Perbedaan antara harapan pasien terhadap pengobatan
dan pengalaman nyata mereka secara jelas menggambarkan kurangnya kesadaran tentang apa yang
terapi terbaru seperti Tocilizumab dapat berikan bagi pasien artritis reumatoid.” lanjutnya.
Penelitian klinis ini akan melibatkan lima pusat, yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan
Yogyakarta. Dr. Bambang Setyohadi, Sp.PD-KR, Peneliti Utama, menjelaskan bahwa tujuan dari
penelitian klinis ini adalah untuk menguji efikasi dan keamanan dari terapi yang baru dan
memberikan kesempatan terapi bagi pasien artritis reumatoid di Indonesia. Penelitian ini
diperkirakan berakhir pada pertengahan 2011.
Tocilizumab telah dipelajari dalam lima penelitian fase 3 multi-bangsa, melibatkan lebih dari 4.000
pasien, menjadikannya program pengembangan penelitian klinis terbesar untuk artirits reumatoid
sampai saat ini. Penelitian menunjukkan bahwa tocilizumab - terapi tunggal atau dikombinasi
dengan methotrexate atau DMARDs lain– secara signifikan mengurangi tanda atau akibat dari
rheumatoid artritis, dengan mengabaikan terapi sebelumnya, dibandingkan dengan DMARDs saja.
=== selesai ===
Catatan untuk Editor
Artritis Reumatoid – Kebutuhan Medis yang Belum Terpenuhi
Artritis Reumatoid diperkirakan menimpa lebih dari 21 juta orang di dunia. Ini adalah penyakit otoimun progresif yang ditandai dengan peradangan pada membran persendian di seluruh tubuh.
Peradangan ini menyebabkan distorsi pada sendi dan menurunkan fungsi, yang disertai dengan rasa
nyeri, kaku dan pembengkakan dan pada akhirnya mengarah kepada perusakan sendi yang tidak
dapat diperbaiki dan kecacatan. Sebagai tambahan, ciri-ciri sistemik artritis reumatoid disertai juga
dengan rasa lelah, anemia, osteoporosis dan dapat menurunkan harapan hidup dengan
mempengaruhi sistem organ-organ penting. Dalam dua tahun pertama, hampir 70% pasien artritis
rheumatoid memiliki bukti sinar x kerusakan sendi, dan dalam 10 tahun, kurang dari 50% pasien
dapat tetap bekerja atau berfungsi dengan normal dalam aktivitas sehari-hari.
1
Ada 2 jenis terapi artritis rheumatoid:
1. Mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi
a. NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drug)/ obat anti inflamasi non steroid
b. Prednisone dosis rendah
2. Memperlambat atau mencegah proses penyakit
a. DMARD ( Disease Modifying Arthritis Rheumatoid Drug)
i. DMARD tradisional (Methotrexate)
ii. DMARD Biologis (TNF Inhibitor, Rituximab, Tocilizumab) Tentang Tocilizumab
Tocilizumab adalah hasil penelitian kolaborasi dengan Chugai dan dikembangkan secara global
bersama Chugai. Tocilizumab adalah penghambat antibody monoclonal IL-6 yang pertama.
Pengembangan penelitian klinis yang ekstensif dari lima fase III didisain untuk mengevaluasi temuan
klinis dari Tocilizumab. Lima penelitian ini dilaporkan telah mencapai tujuan utama penelitian.
Tocilizumab sedang menunggu persetujuan di Amerika Serikat dan Eropa. Di Jepang, Actemra telah
diluncurkan oleh Chugai pada Juni 2005 sebagai terapi untuk penyakit Castleman; pada April 2008,
disetujui untuk penambahan indikasi bagi artritis rheumatoid, artritis polyarticular-course juvenile
idiopathic dan artirtis systemic-onset juvenile idiopathic.
Tocilizumab secara umum dapat ditoleransi dengan baik. Profil keamanan tocilizumab secara umum
konsisten secara global. Efek samping yang paling umum, tidak serius, adalah infeksi saluran
pernapasan bagian atas, nasofaringitis, sakit kepada dan hipertensi. Sedangkan obat anti reumatik
biologis lain (DMARDs) dapat menyebabkan infeksi yang serius dan reaksi hipersensitif termasuk
beberapa kasus anaphylaxis, dilaporkan terjadi pada pasien yang diterapi dengan tocilizumab.
Peningkatan ALT dan AST pada liver transaminases ditemukan pada beberapa pasien, pada
umumnya pada tahap ringan dan dapat disembuhkan tanpa adanya luka hepatic atau gangguan fungsi
hati.
Tentang Roche
PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari F. Hoffmann-La Roche, Ltd. Berkantor pusat di Basel,
Switzerland, Roche adalah salah satu perusahaan terdepan di dunia dalam bidang farmasi dan
diagnostik yang berbasis riset. Sebagai penyedia produk dan layanan inovatif untuk deteksi dini,
pencegahan, diagnosa dan pengobatan, Roche menyediakan berbagai jenis produk untuk
meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup. Roche adalah perusahaan terdepan di dunia dalam
bidang diagnostik, pengobatan kanker dan transplantasi dan pemimpin pasar virologi.
Referensi:
1. Patient UK website - www.patient.co.uk/showdoc/40001157
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Lucia Erniawati
Product and Corporate Communications Manager
PT Roche Indonesia
Tel: 021-30413115 / Fax: 021-514-00036
e-mail: lucia.erniawati@roche.com
website: www.roche.co.id

Kenali dan Sembuhkan Rematik Selagi Dini

By Ibujempol
Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Rematik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki. Rematik biasa disebut juga dengan nama arthritis Secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun di bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon. gejala rematik memang cukup luas.
Rematik terdiri dari 150-an jenis. Tetapi ada empat jenis rematik yang paling sering dijumpai di masyarakat kita yaitu osteoarthritis yang disebabkan oleh pengapuran, rematik luar sendi yang menyerang jaringan di luar tulang rawan, rematik peradangan, dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.

Penyakit Rematik
Tempat2 Penyakit Rematik

“Sekitar 50 persen keluhan nyeri sendi disebabkan oleh pengapuran. Pengapuran berarti menipisnya jaringan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan persendian,”
Bantalan dalam persendian yang aus itu menyebabkan terjadinya gesekan tulang sehingga menyebabkan nyeri. Pengapuran ini merupakan proses degenerasi yang dimulai pada usia 40 tahun. Kecepatan proses degenerasi berbeda pada tiap-tiap orang.

Sendi seseorang bisa mulai bermasalah di usia 40-an. Namun ada orang yang sampai usia 70-an sendinya baik-baik saja. Cepat lambatnya proses tadi ditentukan oleh beberapa faktor risiko,”, antara lain : mutu tulang rawan dan kelebihan berat badan. Tulang rawan yang bagus akan lebih tahan terhadap kondisi aus. Ibarat ban mobil kalau kualitasnya bagus maka persendian tidak mudah aus walau dipakai lama.

Jenis rematik yang paling banyak diderita penduduk dunia adalah arthritis reumatoid (AR) yaitu rematik radang sendi, gout (asam urat) yang disebabkan oleh kadar asam urat yang berlebihan dalam darah, dan osteoarthritis (OR), yaitu pengapuran sendi. enurut dr.Riardi Pramudiyo, SpPD-KR dari RS.Hasan Sadikin, Bandung, OR adalah penyakit sendi yang paling banyak dijumpai. Penyakit ini bersifat degenaratif, yang angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Gejala yang menyertainya antara lain, nyeri pada persendian setelah penderita melakukan aktivitas, atau saat perubahan cuaca dari panas ke dingin. Seperti diungkapkan Riadi, faktor pencetus OR biasanya karena ada penyakit lain atau keadaan tertentu. “Belum diketahui apa penyebab primer, namun penyebab sekundernya bisa karena orang kegemukan, sehingga beban yang harus disangga oleh lutut terlalu besar, atau karena berlebihan memakai lutut, misalnya pemain bola profesional,” katanya.

Jenis penyakit rematik lain yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah arthritis reumatoid (AR). Penyakit ini paling sering menyerang kelompok usia 20-50 tahun. Gejala yang umum ditemukan adalah sendi kaku saat bangun tidur dan penderita sulit bergerak.

Rematik pada orang berusia produktif umumnya disebabkan peradangan. Peradangan ini bisa karena asam urat atau sebab-sebab lain. Rematik karena asam urat ini banyak dijumpai pada pria berusia 30-an dan 40-an tahun.
Jenis ini, menurut Dr Harry Isbagio, terjadi karena kelebihan hasil metabolisme purin yang tertimbun di persendian. Timbunan ini yang menimbulkan rasa sakit di persendian.

Dokter Harry sering menemui kesalahpahaman masyarakat mengenai asam urat. Pasien sering datang berkonsultasi sambil membawa hasil tes asam urat. “Mereka bertanya mengapa asam uratnya normal tetapi dokter mendiagnosis terkena rematik. Mereka salah mengerti soal rematik. Tidak semua rematik disebabkan asam urat,” jelasnya.

Gangguan autoimun seperti pada penyakit Lupus termasuk jenis rematik yang disebabkan peradangan. Pada gangguan ini kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagai pembasmi bakteri, virus atau benda asing yang memasuki tubuh. Kekebalan tubuh justru merusak jaringan tubuh yang sehat, termasuk jaringan yang ada di persendian.

Begitupun dengan RA (Rheumatoid Arthritis). Penyakit itu termasuk peradangan persendian yang penyebabnya masih belum diketahui. Menurut Encyclopedia of Public Health, telah ada indikasi bahwa pola-pola genetik bertanggungjawab terhadap timbulnya penyakit ini.
RA bisa menyerang orang pada umur berapa pun, termasuk balita. Peradangan penyakit ini terjadi pada jaringan synovial yang terdapat dalam persendian. Jaringan ini berfungsi untuk menghasilkan cairan pelumas sendi. Pada pasien RA, jaringan ini membengkak dan menunjukkan banyak sel yang meradang.

Mencegah, Pantangan dan Pengobatan Rematik

Menurut Riadi, obat-obatan yang sekarang ada di pasaran belum ada yang bisa menyembuhkan penyakit rematik. Obat-obat itu hanya untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. “Pengobatan rematik biasanya jangka panjang,” ujarnya. Jika rematik yang menyerang pasien sudah sampai tahap deformitas sendi (perubahan bentuk sendi) maka biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan termasuk mahal, bahkan ada obat yang harganya mencapai puluhan juta rupiah sekali suntik.
Obat yang biasa diberikan dokter pada pasien penyakit rematik antara lain golongan analgesik (penghilang rasa nyeri), yang bisa menekan prostaglandin, penyebab timbulnya peradangan. Obat ini memiliki efek samping gangguan lambung. Karena itu, hadirnya obat rematik yang lebih spesifik seperti celecoxib, disambut gembira karena memiliki efek samping yang kecil pada lambung dan ginjal. Golongan obat lain adalah kortikosteroid, untuk mengatasi inflamasi (peradangan) dan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik berkurang. Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, nafsu makan bertambah, berat badan naik, serta emosi yang labil.

Selain dengan obat-obatan, untuk mengurangi rasa nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat, misalnya dengan kompres es. “Kompres es bisa menurunkan ambang nyeri dan mengurangi fungsi enzim,” ujar Riadi. Kemudian, banyak jenis sayuran yang bisa dikonsumsi penderita rematik, misalnya jus seledri, kubis atau wortel yang bisa mengurangi gejala rematik. Beberapa jenis herbal juga bisa membantu melawan nyeri rematik, misalnya jahe dan kunyit, biji seledri, daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi, atau minyak juniper yang bisa menghilangkan bengkak pada sendi.

Menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah bijaksana untuk mengurangi nyeri di sendi lutut. Setiap kelebihan berat badan membebani sendi lutut serta panggul, dan menambah rasa nyeri karena rematik. Selain itu bobot tubuh berlebih memperbesar risiko asam urat.
Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena asam urat. Ini karena jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit.

Untuk melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, supaya mengetahui gerakan-gerakan yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olahraga yang terlalu membebani lutut. “Bulutangkis, voli, tenis, joging, bela diri sebaiknya tidak dilakukan. Apalagi ketika rematik jenis asam urat itu sedang kumat. Berdiri terlalu lama akan menimbulkan sakit yang luar biasa,” katanya.

Selain mengobati, kita juga bisa mencegah datangnya penyakit ini, seperti tidak melakukan olahraga secara berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menjaga agar asupan makanan selalu seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama banyak memakan ikan dari laut dalam. Jika Anda merasa tidak cukup mengkonsumsi ikan laut, mengkonsumsi suplemen bisa menjadi pilihan, terutama yang mengandung omega 3. Dalam omega 3 terdapat zat yang sangat efektif untuk memelihara persendian agar tetap lentur.
Jangan anggap enteng gejala-gejala rematik yang timbul. Begitu rasa nyeri mulai muncul, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendeteksi mana yang sekedar pegal linu biasa atau yang merupakan gejala rematik.

Obat Tradisional Asam Urat Dan Rematik

Obat Tradisional Asam Urat dan Rematik.Pernah merasakan rasa nyeri ataupun rasa sakit di bagian kaki anda? Ya, Asam urat dan rematik adalah jenis penyakit yang sering dirasakan oleh mereka yang kelebihan asam urat pada tubuhnya. Pengobatan tradisional cukup banyak dimanfaatkan oleh para pengidap penyakit asam urat dan rematik ini. Karena obat tradisional asam urat dan rematik berdampak lebih aman bagi kesehatan dan tidak menimbulkan efek samping. ”Pengobatan asam urat dan rematik biasanya menggunakan obat modern. Tapi, tak jarang, pengobatan modern tersebut justru memiliki efek samping berupa gangguan pada lambung. Oleh karena itu, tak ada salahnya menggunakan obat tradisional rematik dan asam urat,” ujar Ning Harmanto, terapis obat tradisional.

Menurutnya, pengobatan tradisional untuk asam urat dan rematik, berupa akar-akaran tumbuhan yang bisa ditemukan hidup subur dan liar di Indonesia. Katanya, tumbuhan yang tepat untuk pengobatan asam urat adalah Sidaguri atau Sida rhombifolia L. Obat tradisional dari sidaguri ini memang bisa digunakan secara sendiri, atau satu jenis, maupun racikan yang dicampur dengan bahan lainnya. Salah satu campuran yang sangat baik bagi pengobatan asam urat adalah dengan mencampur racikan bersama mahkota dewa.

Sidaguri merupakan tumbuhan perdu liar yang tumbuh tegak bercabang. Tinggi tumbuhan mencapai 1 sampai 2 meter di daerah tropis berketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur dengan sinar matahari yang cukup. Perkembangbiakan tanaman ini bisa dilakukan dengn biji maupun dengan stek batang. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah bentuk daunnya yang bulat telur memanjang dan tepinya bergerigi. Panjang daunnya 1 sampai 4 centimeter dengan lebar 1 sampai 2 centimeter. Bunganya tunggal berwarna kuning. Bunganya mekar di siang hari dan hanya bertahan tiga jam saja. Sedangkan buahnya berupa kendaga.

Khasiat sidaguri ini didapatkan dari kandungan kimiawi di dalamnya, yaitu alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minyak terbang, dan zat philegmatic Pada batangnya mengandung tanin dan kalsium oksalat. Pada akarnya pun terdapat kaloid, steroid dan efedrine. Dalam pengobatan tradisional, bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan dengan kondisi segar atau dikeringkan. Selain sebagai obat tradisional asam urat dan rematik, sidaguri bermanfaat untuk flu, demam, malaria, radang amandel, radang usus, disentri, sakit perut, sakit kuning, kencing batu, bisul, radang kulit bernanah, dan eksim. Khusus untuk akarnya, digunakan untuk mengatasi influenza, asma, sakit gigi, sariawan, disentri, susah buang air besar/sembelit dan rematik.

Pada pemakaian luar, sidaguri digunakan segar dan dihaluskan untuk selanjutnya diborehkan pada yang sakit. Sedangkan, untuk pemakaian dalam, sidaguri direbus baik dalam keadaan segar atau kering dan dicampur dengan bahan lainnya. Penyakit yang bisa diatasi dengan penggunaan luar adalah kudis, bisul, bengkak karena tulang patah, luka berdarah, kulit gatal, sakit gigi, dan digigit serangga. Pada pemakaian dalam, tumbuhan Sidaguri dapat digunakan untuk mengobati rematik. Gunakan 60 gram Sidaguri direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum. Penyakit lainnya yang bisa diatasi lewat pengobatan dalam adalah gangguan pertumbuhan, radang usus disentri, radang kelenjar payudara, sakit kuning, dan cacing remi.

Menurut Ning, penggunaan obat dalam dengan sidaguri ini adalah dengan cara merebus tumbuhan ini dengan beberapa gelas air sehingga menyisakan sekitar dua sampai tiga gelas kecil air rebusan. Misalkan untuk pengobatan asam urat, air rebusan ini diminum sehari dua kali satu gelas. Satu kali rebusan, bisa untuk tiga kali minum.

Selain itu anda pun juga bisa menggunakan daun salam (Syzygium polyanthum) untuk pengobatan asam urat dan rematik ini. Meskipun tumbuhan ini terkenal sebagai bumbu dapur, anda pun harus tahu manfaat lain dari tanaman ini yaitu mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Untuk mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan. Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

Mengatasi radang lambung, 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur. Untuk obat diare, 7 lembar daun salam direbus dengan 200 cc air selama 15 menit, tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum. Ramuan lainnya, 7 lembar daun salam, 10 lembar daun jambu biji, 10 gram jahe, dan 1 buah kulit delima putih, dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 200 cc air matang, disaring, lalu diminum.

Mengatasi gatal-gatal, daun atau kulit batang atau akar dicuci bersih lalu digiling hingga halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian balurkan pada bagian yang sakit. Sebagai obat kencing manis, 7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 200 cc. Setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari.

Pengobatan tradisional terbukti lebih berkhasiat dan juga aman untuk dikonsumsi, lantas tunggu apa lagi? segera obati penyakit anda dengan pengobatan tradisional ini. Obat kimia memang terkesan praktis bagi anda sehingga anda tak perlu repot menyiapkannya, tapi ingatkah anda bahayanya kesehatan anda dari efek obat ini. Oleh karena itu obat tradisional asam urat dan rematik layak untuk anda terapkan demi kesembuhan anda.


Obat Tradisional Asam Urat Dan Rematik


Trends: obat asam urat, obat tradisional asam urat, obat herbal asam urat, obat asam urat tradisional, obat alami asam urat, obat tradisional untuk asam urat, obat untuk asam urat, pengobatan asam urat, obat asam urat alami, mengobati asam urat
Artikel Lainnya:

Obat Tradisional Asam Lambung
Asam lambung adalah salah satu di antara sekian faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan pada lambung. Meski terkadang dianggap sepele...
Obat Tradisional Nyeri Sendi
Nyeri sendi adalah salah satu gejala yang timbul karena penyakit rematik sendi. Dan penyakit rematik sendi yang paling sering terjadi...
Obat Tradisional Untuk Menyembuhkan kolesterol Tinggi
Kolesterol sering dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit mematikan seperti jantung koroner dan stroke. Hal tersebut dapat terjadi apabila konsentrasi kolesterol...
Obat Tradisional Alergi Hidung
Alergi rinitis atau alergi hidung merupakan penyakit alergi yang paling sering terjadi. Jenis alergi tersebut dapat disebabkan karena allergen yang...
Obat Tradisional Kanker Payudara
Keladi Tikus, banyak orang telah mengenal keladi sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu bahan makanan. Jenisnya pun bermacam-macam.

Terapi Stroke secara natural yang sebaiknya Anda tahu.

Disini akan dijelaskan terapi stroke dan gejala – gejala stroke dan juga pengobatan stroke.

Beberapa tanda dan gejala timbulnya stroke, yaitu:

1. Gejala Sementara

Sakit kepala secara tiba-tiba, pusing, bingung.
Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman penglihatan pada satu atau dua mata.
Kehilangan keseimbangan (limbung), lemah.
Rasa kebal atau kesemutan pada sisi tubuh.
2. Gejala Ringan

Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara
Kelemahan / kelumpuhan tangan / kaki
Bicara tidak jelas
3. Gejala Berat

Mengalami beberapa atau semua gejala stroke sementara dan ringan
Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran)
Kelemahan / kelumpuhan tangan/kaki
Bicara tidak jelas / hilangnya kemampuan bicara
Sukar menelan
Kehilangan kontrol terhadap pengeluaran air seni dan feses
Kehilangan daya ingat dan konsentrasi
Terjadi perubahan perilaku misalnya: bicara tidak menentu, mudah marah, tingkah laku seperti anak kecil dan sebagainya


Pencegahan Stroke

1. Pola makan seimbang
Hindari makanan yang terlalu manis karena dapat menaikkan kadar gula darah yang berarti berisiko tinggi bagi penderita diabetes mellitus. Demikian juga dengan mengkonsumsi garam yang tidak terkendali. Makanan yang kecut /asam perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan keasaman dalam darah. Darah yang semakin akan semakin kental. Jika darah kental maka aliran dalam pembuluh darah terganggu yang berisiko terhadap terjadinya stroke.


2. Olah raga teratur

Fungsi olah raga dalam mencegah stroke yaitu:

Membakar lemak sehingga dapat menurunkan kolesterol penyumbat aliran darah
Meningkatkan kinerja dan kekuatan jantung sehingga pompa darah ke otak berjalan lancar
Gerak tubuh yang seimbang melancarkan pasokan darah ke seluruh organ
Membuang kotoran tubuh melalui keringat

3. Istirahat yang cukup

Pada saat istirahat, banyak hal positive yang terjadi di dalam tubuh kita. Urat saraf yang mengendur, perbaikan sel-sel yang rusak, memberi istirahat bagi sebagian organ tubuh, proses detoksifikasi (menghilangkan racun) dan lain sebagainya. Selama tidur terjadi proses-proses pemulihan yang bermanfaat mengendalikan kondisi seseorang pada keadaan semula. Dengan begitu, kondisi tubuh yang awalnya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Jika proses ini terhambat, organ tubuh bisa tidak bisa bekerja secara maksimal. Akibatnya, orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi.

Pengobatan Stroke

Selain menggunakan obat-obatan atau vaksin, stroke bisa juga disembuhkan oleh obat-obatan alami.
Diantara bahan alami yang baik untuk terapi stroke adalah buah mengkudu. Dan berkat kemajuan teknologi, kini mengkudu sudah tersedia dalam kemasan siap konsumsi.


TERAPI UNTUK JANTUNG Operasi by pass atau balonisasi cukup efektif bagi penderita jantung koroner. Sayang, tidak semua pasien bisa menjalaninya. Beberapa terapi alternatif seperti obat, meditasi, yoga, dan khelasi bisa jadi solusi. Ada beragam penyakit jantung, yakni jantung bawaan, jantung katup rematik, jantung darah tinggi, jantung kardiomiopati, dan jantung koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) menduduki peringkat pertama. Obat Paling Jelek Meski demikian, banyak juga pasien dengan keadaan jantung jelek tetap saja tidak dioperasi. Tak sedikit pula pasien yang ditangani Dr. Dedi lebih memilih terapi dengan obat. Padahal, terapi ini seringkali terasa membosankan karena obat harus diminum rutin setiap hari. Setidaknya ada tujuh jenis obat yang tersedia untuk penyakit jantung, tergantung dari kasus masing-masing. Obat antiangina (nitrat, beta blocker, calcium channel blockers) berguna untuk mengurangi konsumsi oksigen otot jantung dan menambah aliran darah koroner dengan cara melebarkan pembuluh darah. Selanjutnya ada obat-obatan antihipertensi yang bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan atau merilekskan otot halus arteri. Yang paling populer adalah obat-obatan antiplatelet yang berfungsi mengencerkan darah, contohnya aspirin. “Obat-obatan ini saja sudah cukup bagi para pasien jantung untuk bertahan hidup,” ujarnya. Jangan Stres Terapi paling penting yang wajib dijalani penderita jantung, menurut Dr. Dedi, adalah selalu tawakal menerima keadaan. “Jangan stres. Makanya saya ‘kan selalu bercanda dengan pasien,” katanya, di hadapan pasien yang sedang duduk berderet. Banyak orang sering sulit mensyukuri hidupnya, sulit menerima keadaan termasuk sakit yang dideritanya, meski itu akibat kesalahan sendiri. Muncullah stres. Padahal, begitu otak menerima sinyal bahwa kita sedang stres, perintah untuk meningkatkan sistem simpatetik berjalan. Akibatnya, hormon stres dan adrenalin meningkat. Lever melepaskan gula dan lemak dalam darah untuk menambah bahan bakar, pernapasan lalu menjadi cepat sehingga jumlah oksigen bertambah. Dengan sendirinya jantung bekerja makin kencang. Tekanan darah pun meningkat. Kondisi ini berbahaya bagi penderita jantung. Stres memang menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung. Itu sebabnya bila stres dikelola dengan baik akan memperbaiki kerja jantung. Ini adalah terapi yang sederhana, tetapi sangat berarti demi memperpanjang harapan hidup penderita jantung. Biar Tekanan Darah Turun, Meditasilah Dr. Dedi Afandi, Sp.JP(K), FIHA, spesialis jantung dari RSCM-FKUI, mengakui bahwa terapi alternatif semacam tusuk jarum, yoga, ramuan herbal dalam banyak kasus menunjukkan efek baik. “Artinya penderita merasa segar, tidak sesak napas atau lemah. Tusuk jarum mampu memperkuat organ jantung, meskipun saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa berlangsung,” katanya. Bila para pasiennya ingin mencoba terapi tersebut, ia tidak melarang. Namun, ia tidak pernah mengikutsertakan terapi itu dalam proses perawatan dan pengobatan yang diterapkannya. “Terapi mandi air hangat atau sauna, terutama bila sehabis sauna mengguyur badan dengan air dingin, saya tidak mengizinkan sama sekali. Pembuluh darah bisa menyempit lagi. Bahaya!” sebutnya. Pada mereka yang melakukan meditasi, konsumsi oksigen menurun menjadi 10-20 persen. Penurunan ini berawal pada 3 menit pertama meditasi. Menariknya, penurunan ini justru lebih besar dibanding ketika kita tidur, yang hanya mencapai kurang lebih 8 persen dan butuh waktu 4-5 jam. Jadi, lebih baik meditasi daripada tidur. Yang penting, meditasi menurut Dr. Benson mampu menurunkan frekuensi aritmia jantung. Ini berarti bagi penderita PJK, meditasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1768879-terapi-alternatif-untuk-jantung/#ixzz1kRZAWDQ4 Home English Indonesian Vietnam Curriculum Vitae Services Contact Us Curriculum Vitae Training & Subspeciality Training Awards Membership in Professional Organizations Previous Appointments Curriculum Vitae Dr Prem Pillay MBBS (Singapore), FRCS (Edinburgh) FAMS (Neurosurgery), FRCS Canada (Neurosurgery) FACS (USA) Training & Subspeciality Training Neurosurgery Residency Training (1986-1990) Cleveland Clinic, USA. Chief Resident, Neurosurgery, Cleveland Clinic, USA 1989-1990. Fellowship in Epilepsy Surgery, Cleveland Clinic, USA. Fellowship in Adult and Pediatric Neurosurgical Oncology (Brain/Spine Tumors), MD Anderson Cancer Center, Houston, USA. Fellowship in Paediatric Neurosurgery, Hospital for Sick Children, Toronto, Canada. Awards Singapore Medical Association Bronze Medal, 1980. Howard Eddie Gold Medal , FRACS, Part I, 1982. Pudenz Award, Congress of Neurological Surgeons, Seattle, USA, 1988. William E Lower Award: First Prize from the Cleveland Clinic, USA, 1990. Congress of Neurosurgeons Fellowship Award , USA, 1991. Mahaley Clinic Research Award by American Association of Neurological Surgeons / Congress of Neurological Surgeons Tumor Section, USA, 1998. National Brain Tumor Foundation (USA) Award, 1998. Membership in Professional Organizations Member of the American Association of Neurological Surgeons and Congress of Neurological Surgeons and Member of the Tumor Section, Spine & Pheripheral Nerve Section, Stereotactic & Functional Neurosurgery Section, Pediatric Section and Pain Section. Executive Council Member of the Asian Society for Stereotactic, Functional & Computer-assisted Neurosurgery. Member of the American Epilepsy Society. Member Society of Neuro-Oncology, USA. Fellow of the International College of Surgeons. Member of the American College of Surgeons. Member WFNS Spine Comittee (World Federation of Neurological Societies) Member Minimally Invasive Spine Society Member Spine Arthoplasty Society Previous Appointments Chief Resident in Neurosurgery, Cleveland Clinic, USA. Head & Co-Director Brain Center and Senior Consultant Neurosurgeon, Dept. of Neurosurgery, Singapore General Hospital. Back to top #15-03 Mt Elizabeth Medical Centre, 3 Mt. Elizabeth, Singapore 228510. Tel (65) 6835 4325 Fax (65) 6835 4326. Copyright © Singapore Brain-Spine-Nerves Centre. Para Otak Singapura Spine Saraf Pusat adalah Pusat Spesialis didedikasikan untuk diagnosis dan pengobatan modern yang komprehensif dari Gangguan Spine, Otak dan saraf. Kondisi kita memperlakukan meliputi nyeri tulang belakang, cedera tulang belakang, menyelinap cakram di tulang belakang, tumor tulang belakang, tumor otak, cedera otak, stroke dan epilepsi. MISI KAMI: Untuk memberikan kualitas tinggi, efektif, terbukti secara medis dan diagnosis ilmiah didokumentasikan dan pengobatan untuk tulang belakang dan kondisi neurologis. OUR PHILOSOPHY: Untuk memberikan bantuan cepat dalam cara, lembut aman dan penuh kasih untuk semua orang dengan tulang belakang dan gangguan neurologis dengan menggunakan metode modern. Terapi di Rumah Terapi di rumah (home-based therapy dan homeschooling) Terapi di rumah adalah Intervensi yang dilakukan di mana anak tinggal. Model ini akan memberikan rasa nyaman kepada anak, karena mereka merasa berada di lingkungan orang-orang terdekatnya sehingga dimungkinkan para terapis akan mudah melakukan pendekatan dan anak lebih cepat menyerap informasi. Melalui penanganan one-on-one, anak belajar berbagai konsep dasar, belajar meningkatkan kepatuhan, belajar meningkatan ketrampilan & kemandirian, ketrampilan pre academic (Usia 3 – 6 tahun), terapi kemampuan dasar (Usia 6 – 14 tahun), dan ketrampilan latihan kerja (vocational) (Usia sekolah menengah pertama 14 tahun sampai dewasa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar